Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 September 2011

Bermain Cerdas Dan Kreatif


 "Bermain Cerdas dan Kreatif "ini suatu metode pembelajaran melalui permainan yang bertujuan untuk membangun kecerdasan dan kreativitas anak, baik individu/kelompok.  Yang dalam hal ini dapat memberikan ruang gerak dan sikap apresiatif terhadap perkembangan anak tersebut.

Fokus akan usia anak sekolah dasar, yang di mana pada usia ini rasa ingin tahu yang menonjol dan sudah mulai mandiri untuk hal-hal sederhana. Jika dari sisi perkembangan sosial, pada usia ini tidak hanya bersosialisasi di lingkungan keluarga saja. Usia ini juga anak sudah mengenal dan membentuk kelompok teman sebaya. Jika semakin intensif akan membentuk suatu kelompok bermain.

Quantum learning dan accelerated learning telah memeberikan kesadaran baru bagi dunia pembelajaran. Yang berarti aspek kecerdasan bukan hanya dari Intelligence Quantum saja, tetapi dari berbagai hal (multiple intelligence), yang dalam hal pengembangannya harus banyak variasi dan penciptaan suasana dan lingkungan yang kondusif.


Fokus perhatian dalam "Bermain Cerdas Kreatif" ini adalah dengan bentuk permainan yg sederhana,praktis,mudah,menyenangkan. Dalam bermain, terlihat aneka ragam kepribadian, dan akhirnya mereka menemukan sesuatu pengalaman baru. Manfaat lain dalam "Bermain Cerdas dan Kreatif" adalah anak-anak dapat dengan cepat menghasilkan gagasan yg hebat utk menyelesaikan suatu masalah. 

"Bermain Cerdas dan Kreatif" ini biasa anak-anak menyebutnya 'games', dan jika sudah menyebutkan kata ini, wah....dijamin mereka betah berlama-lama untuk di kelas, dan tidak menganggapnya sebagai belajar. 

Games ini diklasifikasikan kembali menjadi dua, yaitu games perseorangan dan games kelompok. Games  perseorangan bertujuan untuk melatih kemampuan dan kecerdasan pribadi anak. Games kelompok bertujuan untuk menilai bagaimana sikap pribadi anak dalam hal kerjasama dalam kelompok, hubungan interpersonalnya.

Teknis pemilihan games harus dibuat dalam format terlebih dahulu yang berisi tentang isi singkat dari games yang dimaksud,  tujuan, waktu, jumlah peserta, bahan pelengkap, dan cara bermainnya. 

Dan sebaiknya, diberikan hadiah sebagai apresiasi atas prestasi usaha mereka. Dan jika salah/belum beruntung, diberikan semacam hukuman yang terkesan tidak seperti hukuman tetapi hanya untuk sekedar memperingatkan agar lebih berkonsentrasi lagi.

Games ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan lagi daya kreativitas anak yang menurun seiring dengan banyaknya aturan di lingkungannya. Yang diharapkan jika setelah ada aktivitas ini, daya kreativitasnya semakin berkembang. 

Sabtu, 10 September 2011

Berbagi Cerita dan Cinta di PerpusKreatif



Masih di hari yang sama dengan agenda kegiatan Sarapan Bersama, karena aku berjanji untuk mengunjungi tempat teman aku mengadakan kegiatan untuk anak-anak sekitar lingkungan tempat tinggalnya. 

Kak @inandatiaka dan kawan-kawan di kantornya yang pertama kali menemukan tempat atau bisa dibilang rumah belajar yang di inisiasi olrh Pak Indra. Sekitar 2 tahun yang lalu (kalau tidak salah), tempat ini masih belum sebesar dan sebagus sekarang. Tempatnya hanya mengandalkan sepetak ruang ukuran 2x4m saja. 

Pak Indra tidak menyangka jika kak Nanda dan kawan-kawannya akan kembali lagi mengunjungi tempat yang ia dirikan untuk mengajar anak-anak di lingkungan rumahnya. Dan juga tidak disangka bahwa dari teman-teman kak Nanda-lah renovasi pertama untuk tempat yang sekarang ini menjadi Perpuskreatif ini. 

Metode di sini awalnya membatasi anak yang datang, seperti layaknya jam bimbingan belajar/les. Tetapi Pak Indra melihat jika anak-anak di sekitar haus akan hal seperti ini, dan mengkhawatirkan akan dampak teknologi dan informasi yang tidak bisa disaring dan tidak ada yang menyaring, apakah itu orang tua, lembaga ataupun pihak yang mengadakan teknologi dan informasi tersebut (baca:warnet)


Ya, warnet itu jahat. Itu kata Pak Indra. Karena anak-anak itu menjadi senang sekali berjam-jam di depan kotak berwarna yang ramai itu. Dan juga membuang uang hanya untuk permainan online yang tidak menghasilkan apa-apa. Sehingga akhirnya, beliau memutuskan untuk berhenti bekerja (beliau juga guru Sekolah Dasar rupanya), dan fokus untuk memperhatikan anak-anak di lingkungan sekitar. Dan memang, banyak rekan sekerjanya yang menganggap itu ide yang gila, aneh. Rela membuang rejeki yang sudah pasti untuk sekedar mengurusi anak-anak seperti itu. Yang memang tidak ada yang memberikan gaji, semua sukarela. Tetapi, jika memang sudah dari hati menyukai bidang pendidikan ini, uang tidak menjadi ukuran. 

Dan hari ini, aku mencoba untuk memberikan cerita kepada mereka,dengan cerita yang sama, yaitu "Monyet dan Penjual Peci". Dan juga diselipkan dengan kerja kreatif. Yaitu membuat peci menggunakan kertas koran.

Di sini, anak-anak ini sangat berbeda karakteristiknya dengan anak-anak yang ada di kolong jembatan Kampung Melayu yang pernah aku dan teman-teman kunjungi. Di sini anak-anaknya lebih sangat ekspresif dan juga tidak sungkan-sungkan untuk berbicara atau bahkan memotong pembicaraan. Ya, mungkin karena lingkungannya yang membuat mereka seperti itu, dan mereka banyak sekali menemukan orang-orang yang berbeda secara individual. Tidak seperti anak-anak yang di kolong jembatan, yang sehari-harinya hanya bertemu dengan orang yang sama.

Tetapi, ada satu anak yang memang sangat berani berbicara, berani berpendapat, bahkan berani untuk memotong pembicaraan dan juga pada awalnya melawan. Menolak sih lebih tepatnya. Karena ia berpikir jika dongeng dan cerita ini hanya untuk anak yang kecil sekali. Dia merasa sudah besar dan tidak pantas mendengarkan cerita. Tetapi, karena ada suatu pekerjaan yang menghasilkan, tidak hanya mendengarkan cerita, dia perlahan-lahan ikut bergabung kembali. Dan dari dialah ide untuk membuat sangkutan di dagu supaya pecinya tidak jatuh. Pintar sekali. 

Aku sebut pintar, karena tidak ada satupun anak yang mencetuskan ide tersebut. Itu adalah ciri jika dia itu sebenarnya anak yang cerdas, bukan nakal, bukan suka melawan. Tetapi, itulah salah satu dari sikap berekspresi dan menunjukkan ide-idenya.


Semoga, idemu, ide kalian tidak berhenti sampai di sini, tidak berhenti sampai di membuat peci saja.

Sampai bertemu kembali...








Kamis, 08 September 2011

Sarapan Bersama










Hari Minggu pagi, 17 Juli 2011..

Bertempat di Pesantren yang dulu teman IDCeritaJKT mengadakan workshop singkat untuk para adik-adik ini, aku berinisiatif untuk mengadakan kegiatan yang bernama "Sarapan Bersama".

Kegiatan ini terinspirasi dari suatu acara yang setiap bulan di adakan oleh teman-teman yang peduli akan lingkungan. Kegiatan mereka setiap bulan di hari Minggu ini dinamakan #BreakfastOnTheRoad atau biasa kami sebut BOTR.

Kenapa sih disebut seperti itu, karena, program ini diadakan setiap pagi di hari Minggu setiap bulannya dan hampir semua orang libur ketika hari ini. Sehingga sarapan yang dibagikan juga harus ada syarat dan kondisinya, yaitu dengan 5000 rupiah,bisa dapat sarapan.

Yang membedakan "sarapan bersama" dengan BOTR adalah teknis pelaksanaannya. Jika BOTR harus dilaksanakan dengan cara mencari dan mendatangi langsung orang-orang yang di jalanan secara langsung, maka sarapan bersama ini tidak. Sarapan bersama ini hanya sebagai bentuk partisipasi untuk bersedekah dan berbagi. Kami antarkan sejumlah nasi untuk sarapan ke suatu tempat (biasanya panti asuhan/barangkali nanti rumah singgah) dan bersama-sama mereka para panitia ikut makan. Yang disambung dengan acara ramah tamah, ngobrol-ngobrol santai.

Kejadian ini juga dimanfaatkan oleh kakak dari Lovebooks yang ingin ikut menyumbang dan membuat perpustakaan untuk pesantren ini. Sehingga, kak @putrieux ikut serta dalam acara sarapan bersama ini dan meninjau lokasi untuk tempat pembuatan perpustakaan.

Kondisinya memang sudah memprihatinkan, dengan lokasi tempat yang lembab, sehingga buku-bukunya pun tidak terawat.

Kemudian, setelah melihat lokasi, kemudian kami berkunjung ke kamar para santriwati. Wah, jauh dari apa yang aku bayangkan sebelumnya. di ruangan itu mereka berbagi tempat, tidur di tempat tidur yang digulung, dan juga melaksanakan segala aktivitas (belajar) juga di ruangan itu.

Tetapi, senang melihat mereka punya keinginan yang sangat besar untuk tetap belajar dengan giat meskipun dengan prasarana dan sarana seperti itu.

Semoga, masih banyak teman-teman yang bisa membantu mereka ya.. amiin...




Selasa, 06 September 2011

Kerja Kreatif Berkolaborasi Dengan Lovebooks di Kolong Jembatan Kampung Melayu































Di suatu hari di Minggu pada bulan Juli, tepatnya tanggal 10..
Kami, komunitas yang peduli akan anak-anak, khususnya dengan pendidikannya, mencoba untuk ikut berkontribusi sedikit untuk para anak-anak ini. 

Lovebooks, komunitas yang baru terbentuk karena terinspirasi oleh pengalaman masa kecil mereka, dan ingin mewujudkannya bersama komunitas yang aku ikuti sekarang, yaitu Indonesia Bercerita.

Dan di hari Minggu yang cerah ini, tim dari @LoveBooks dan @IDCeritaJKT ingin sedikit membahagiakan para adik-adik dengan menyumbang buku untuk perpustakaan yang akan mereka dirikan. 

Untuk sampai di kolong jembatan dekat terminal Kampung Melayu ini memang tidak mudah. Karena, harus turun dari sebuah tangga bambu yang bersender di pinggir jembatan itu. Wah, jika tidak hari-hati pasti akan terjatuh. Kakak-kakak yang baru saja mengetahui lokasi ini seperti tidak percaya karena harus menuruni tangga bambu ini. Tapi menyenangkan. Seperti bertualang mendaki dan menuruni gunung. hahahaa...

Acara berlangsung dengan riang gembira dan santai yang di bawakan oleh kak @airin_l . Dilanjutkan dengan penjelasan dan perkenalan diri dari tim LoveBooks (kak @putrieux @malamelulu @aapratomo @miftahsirun) dan dari Indonesia Bercerita Jakarta (kak @airin_l @epiEpiEpie dan aku sendiri) dan kak @ifanhere beserta 2 orang teman kakak Putri yang menyumbang lemari dan susu kotak.

Kak Putri menjelaskan secara sederhana tentang cara-cara katalogisasi dan indeks buku untuk di perpustakaan, dan dilanjutkan dengan cerita dari aku , "Monyet dan Penjual Peci"(cerita andalan nih..ehhehee...) Tapi, yang berbeda kali ini adalah dengan adanya kerja kreatif itu. Karena lengkap dengan aksesorisnya. Maksudnya, selain melipat, juga disertai dengan menempel dan menghias dengan kertas origami. 

Menyenangkan ternyata, melihat mereka mempunyai 'mainan' baru yang mereka buat sendiri. Dan menyenangkan juga ternyata buat para kakak-kakak pendamping, karena ada yang belum pernah membuat topi seperti ini dan juga bisa berpose dengan topi barunya..hihiii.. Sementara para kakak perempuan berkutat dengan topi korannya, para kakak laki-laki sibuk juga merakit lemari susun yang akan disimpan di perpustakaan mereka.
Dan, sebagai penutup, ada kuis yang berhadiah seperangkat alat tulis untuk mereka dan susu kotak sebagai pelepas dahaga. 

Melihat semua ini, kami semua merasa bahwa peristiwa hari ini menyenangkan, karena bisa berbagi kepada mereka dan membuat mereka juga senang, meskipun tidak banyak juga yang kami berikan. Tetapi, tawa mereka yang membuat semuanya berharga dan mahal harganya.. :)


Senin, 05 September 2011

"Aku Bisa karena Ibu" @PasarNova















Minggu pagi di awal bulan Juli ini merupakan hari yang sepertinya tidak terlupakan olehku dan teman-teman Indonesia Bercerita Jakarta.

Ada apa sih? Jika dillihat dari foto yang ada sepertinya terlihat sangat heboh ya? Hihihiii..memang sih.. Karena hari ini adalah kali pertama, kami tampil sebagai tim untuk bercerita. Dengan memakai kostum yang sesuai dengan cerita dan juga berhadapan dengan seratus lebih siswa siswi Sekolah Dasar..waahh, bisa dibayangkan bukan bagaimana kami sangat antusias dengan acara ini?

Jakarta, Minggu pagi , 3 Juli 2011..
Di suatu tempat di selatan Jakarta yang pada hari itu sebuah tabloid wanita mingguan mengadakan suatu acara yang bertempat di Parkir Tenggara Gelora Bung Karno, Pintu Satu Senayan, kami berdelapan (kak @devieriana , @epiepie , @rikadian , @denald , @inandatiaka , mas @d4uzwax dan aku) , diminta untuk siap-siap di belakang panggung ketika 30 menit sebelum acara. 

Oh iya, sebelumnya berkenalan dengan tokoh utama cerita ini ya. Tokoh utamanya mas Dauz sebagai Libi, kak Denald sebagai ibu ,mba Devi sebagai Takita, dan kak Nobo sebagai operator efek suara,sebagai teman Libi adalah kak Evie, kak Nanda, kak Rika dan aku. Kami akan menampilkan sebuah cerita yang ditulis oleh kak @rudicahyo yang sesuai dengan tema, berjudul : "Libi Sayang Ibu"

Dan ketika semua sudah berkumpul, hanya tinggal aku yang belum terlihat. Karena masih di dalam bus pada saat itu. Dan sempat terjadi kekhawatiran karena aku belum juga sampai tempat lokasi. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 wib, dan aku belum juga sampai. (Padahal, aku sudah di lokasi sejak pukul 08.00 wib, tapi memang di bus sih.. Merias wajah para penari (murid SD tempat aku mengajar). Dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul 10.15 wib, baru aku bergegas menuju ke lokasi.

Setibanya di lokasi, yaitu di 'mobil nova', ternyata teman-temanku sedang mempersiapkan diri di ruang ganti dan sudah memakai kostum. Waaah, aku ketinggalan...segera aku memakai kostum dan ternyata ada penundaan waktu untuk pertunjukkan kami. Dan lebih gawatnya lagi, ternyata penampilan  bercerita kita berbenturan waktunya dengan lomba tari ekstrakulikuler yang diadakan pada saat yang bersamaan. Dan juga berbeda tempat. --"

Tetiba aku menjadi pusing sendiri dan bingung. Ditambah lagi, lagu tarian yang aku berikan itu bermasalah. Aduh, ingin rasanya membelah diri, mengkloningkan diri, atau apa pun itu namanya. Yang penting aku bisa berada di dua tempat sekaligus, tapiiii..tidak mungkiiinn..

Akhirnya, aku berlari terbirit-birit ke arah panggung utama yang berjarak sekitar 8m-an dari mobil nova. Dan juga sempat menyaksikan mereka untuk berlomba untuk pertama kalinya di depan umum. (usia 7-8 tahun, kelas 1 dan 2 SD)
Nah, karena terpesona akan gerakan lincah mereka, disertai rasa bangga karena dengan latihan yang singkat mereka bisa tampil untuk pertama kalinya di depan umum,sehingga aku lupa akan peran aku sebagai teman Libi. Dan saat itu juga, bersamaan dengan berakhirnya tarian Cik Cik Periok, aku melesat kembali ke lokasi mobil nova yang ternyata, penampilan kami sudah berakhir.  :( 

Memang seperti simalakama tampaknya hari itu, tetapi, karena peran aku di cerita itu juga tidak terlalu penting (menurut aku loh..) sehingga aku berpikir bahwa aku bisa berpindah tempat saat itu, bercerita dan juga mendampingi anak-anak menari. Tetapi ternyata cukup sulit, apalagi dengan jeda waktu yang tidak terlalu lama. 

Yah, mungkin hal ini bisa sebagai pengalaman buat diri aku pribadi untuk bisa lebih mengatur waktu dan bisa menentukan skala prioritas. (tetapi, keduanya ini sangat penting loh! huhuhuu..)

Hehehee, tapi kejadian di hari ini tidak akan pernah kusesali. Ternyata, dua tim menari yang terdiri dari siswa kelas 1 dan 2 SD tersebut berhasil memperoleh uang dengan total tujuh ratus lima puluh ribu rupiah, yaitu meraih juara harapan 1 (kelas 2) dan harapan 3 (kelas 1)

Kejadian hari ini tidak akan pernah kusesali. Karena, jika menyesal, berarti tidak ikhlas menjalani skenario Tuhan yang telah tertulis. Jika tidak ada hal seperti ini, maka aku tidak akan pernah tahu bagaimana untuk mengatur rencana kehidupan selanjutnya. Manusia belajar dari kesalahan. 

Salam Indonesia Bercerita :)

-Indonesia Bercerita Jakarta-
@IDCeritaJKT